Pertempuran Melawan Virus

Jakarta, PW: Jika diibaratkan medan pertempuran,maka tubuh kita adalah wilayah perangnya. Virus adalah semacam pasukan negara lain, yang menyerbu pertahanan wilayah kita. Jika wilayah kita diserbu, tentu kita akan melawan. Dan dalam tubuh kita, ada sistem pertahanan dan perlawanan yang disebut sistem pertahanan tubuh. Istilahnya, imunitas tubuh. Disebut juga kekebalan tubuh. Suatu respon imun terhadap virus yang masuk dlm tubuh.

Saat kita diserang virus, itulah saat pertama kalinya tubuh terinfeksi. Sebagai reaksinya , maka tubuh akan mengeluarkan pertahanan kekebalan bawaan standarnya. Disebut Respon imun bawaan. Tugasnya menghadapi aneka jenis virus.

Di sinilah , dilepaskan senjata berupa protein bernama interferon . Tugasnya mengganggu kemampuan virus untuk bereplikasi di dalam sel-sel tubuh.

Sebagai info, virus memiliki kemampuan replikasi bermacam macam. Ada yang mengikut deret hitung 1,2,3 dst nya. Ada yang mengikut deret ukur 1,2,4,8 dstnya. Ada yang tak beraturan deretnya 1,2,200,2000 dst. Ini yang berbahaya. Salah satu yang replikasinya mengikut deret tak beraturan adalah Corona Virus.

Strategi tempur tubuh kita juga baik. Tentunya, dengan syarat, kita dalam kondisi sehat dan mengikuti pola hidup yang sehat. Sehingga interferon mampu memobilisasi sel-sel kekebalan lain untuk datang. Lalu menyerang virus agar tidak menyebar.

Idealnya, respons awal ini memungkinkan tubuh mendapatkan kendali atas infeksi dengan cepat. Meskipun demikian, sang virus memiliki pertahanannya sendiri. Untuk melepaskan diri dari efek interferon. Inilah awal pertempuran dalam tubuh yang menarik.

Biasanya, jika terjadi pertempuran, tubuh memberi tanda atau reaksi. Tujuannya untuk memberi peringatan , bahwa kita dalam area pertempuran. Itu yang disebut. Respons Imun.

Tubuh memiliki respon imun bawaan. Ditunjukkan dari banyak gejala yang dialami ketika sakit.

Misalnya, ketika terjadi infeksi virus. Maka terjadi demam. Inilah bentuk respons imun , sebagai alarm peringatan bagi tubuh. Bahwa ada sesuatu yang tidak beres terjadi, yakni serbuan pasukan virus.

Gejala ini juga wujud sistem imun bawaan yang tengah berupaya menyingkirkan virus. Misalnya melalui proses batuk atau diare.
Inilah periode di mana virus menyerbu. Dan tubuh menanggapinya. Responnya berupa gejala atau keluhan ringan. Ini alarm awal.

Sebagai contoh. Jika virus berada di saluran pernapasan, pasien terserang batuk. Apabila virus ada di saluran cerna, maka seseorang akan mengalami diare. Ini sebagai alarm, bahwa virus sedang beraksi.
Dan setiap orang memiliki respon yang berbeda, saat serangan virus itu terjadi. Tergantung bala tentara yang ada ditubuhnya. Berikut senjata yang dimilikinya.

Cara virus corona masuk ke dalam sel , dengan menempel pada protein reseptor ACE2 yang ada di permukaan sel.

Dan reseptor ini paling banyak terdapat di paru-paru. Itulah sebabnya Covid-19 dianggap sebagai penyakit pernapasan.

Namun, jumlah reseptor ACE2 tertinggi kedua ada di usus. Ini menjelaskan mengapa banyak orang yang terinfeksi virus corona mengalami diare.

Virus masuk ke paru-paru karena terbawa saat seseorang bernafas. Sedangkan masuk ke perut ketika menelan sesuatu.

Tujuan pertahanan kekebalan tubuh bawaan adalah untuk mencegah virus mereplikasi diri menjadi semakin meluas. Harapannya, respon adaptif dari sistem kekebalan tubuh masih memiliki cukup waktu. Menyiapkan tambahan logistik , sebelum infeksi menjadi lebih tak terkendali.

Respon imun adaptif terdiri dari antibodi spesifik virus dan sel T. Fungsinya untuk mengenali virus. Agar bisa lebih cepat dihancurkan.

Antibodi ini juga berfungsi memberi kekebalan dan proteksi. Sehingga orang yang pernah terinfeksi , tidak akan kembali terinfeksi.

Pada beberapa orang, virus berhasil memperbanyak diri. Istilahnya , replikasi. Lalu menyebar dengan cepat. Sehingga imunitas tubuh tidak sempat melawannya.

Misalnya pada dokter atau tenaga kesehatan yang setiap hari menangani pasien virus corona ini.

Mereka terpapar virus setiap harinya. Dengan jumlah paparan yang berulang. Akibatnya, resiko potensi infeksi jadi lebih berat. Meskipun mungkin masih muda ,kondisi fisik sehat. Namun banyaknya paparan virus yang masuk,membuat imunitas tubuh kebingungan.

Alasan lain , mengapa virus bisa bergerak cepat dan memenangkan pertempuran. Yaitu karena lemahnya sistem kekebalan tubuh itu sendiri. Akibatnya, virus mudah berkembang. Potensi ada pada populasi kelompok usia tua. Karena imunitas tubuhnya, sudah mulai menurun termakan usia. Maka virus corona dengan mudah, menghajarnya.

Selain itu, orang yang mengonsumsi obat-obatan. Juga rentan, karena sistem imunitas tubuhnya tertekan. Imunitas yang tertekan mengakibatkan respons interferon awal lebih lemah. Antibodipun jadi terlambat memberikan respons.

Akibatnya , virus dengan mudah menyebar dari satu sel ke sel lainnya tak terkendali.

Jika virus telah menetap di paru-paru, terjadilah pneumonia. Karena sel-sel di paru-paru rusak dan meradang.

Sebagian sel memang rusak akibat serangan virus. Namun, sebagian besar lainnya rusak justru akibat imunitas tubuh yang mencoba menyingkirkan sel-sel lain yang terinfeksi.

Jadi, ada dua kemungkinan pada seseorang yang menderita serbuan Covid-19:
Pertama, respons imun tetap stabil dan bisa mengendalikan kembali sel-selnya yang sudah terserang virus,. Sambil membersihkannya. Dengan menggunaan sel T dan antiodi. Jika ini terjadi, maka pasien akan sembuh.

Yang kedua adalah imunitas tubuh kewalahan. Reaksinya berlebihan, untuk menghilangkan virus sehingga lebih banyak memproduksi protein inflamasi yang disebut sitokin.

Inilah yang menyebabkan kasus infeksi virus corona berakhir kritis. Pasien menderita gangguan pernapasan akut, atau bahkan kematian.

Ketika ini terjadi, paru-paru terisi oleh banyak cairan. Akibatnya, tidak bisa memproduksi oksigen. Lalu proses pemompaan darah di jantung pun terhenti.

Penanganannya pun masih kontraversi. Ada yang mengusulkan, obat antivirus diberikan lebih awal pada orang yang sudah terindikasi sakit. Tujuannya untuk membantu melawan virus secara lebih efektif. Juga untuk mencegah virus berkembang.

Namun, bagi mereka yang sudah terlanjur memiliki masalah dengan kelebihan produksi sitokin, penanganan paling tepat diupayakan dengan kombinasi obat penekan kekebalan dan antivirus.

Menurut pandanganku, pertahanan terbaik terhadap virus Corona ini adalah imunitas tubuh kita sendiri.
Untuk menjaga kekuatannya, ada beberapa strategi yang mungkin bermanfaat:

1. Positif thinking.
Hindarkan pikiran pikiran negatif, tenangkan hati dan jiwa, selalu dalam bersyukur pada Alloh SWT. Minimalisir stress dan cemas. Jangan paranoid pada covid19. Meskipun waspada harus tetap terjaga.

2. Berolahraga secara rutin dan teratur. Minimal dalam sehari 30 menit sd 1 jam. Jogging ringan, senam atau bersepeda. Utamakan diwaktu pagi.

3. Terkena sinar matahari. Mampu memproteksi tubuh kita , dengan membunuh virus dan meningkatkan imunitas humoral kita.

4. Istirahat yang cukup, asupan nutrisi yang seimbang dan baik. Asupan air harus cukup minimal 8 gelas perhari.

5. Hindari polusi. Pakai masker.

6. Fokuskan diri melakukan hal hal yang bermanfaat. Bukan hanya untuk diri sendiri. Namun untuk orang lain.

7. Untuk saat ini, berlatih memaksa diri untuk menjaga jarak sosial atau jarak fisik. Agar bisa terhindar dari virus yang tersebar luas ini.

8. Ikhaskan hati, pikiran dan perbanyak berdoa. Memohon perlindungan dan kesehatan pada Alloh SWT.

Semoga upaya kita ini, meminimalisasi terpaparnya diri ini karena virus corona.

Semoga kita memenangkan pertempuran ini. Bismillah.

Negeri gurindam duabelas, 07.05.2020

(Hisnindarsyah)

Total Views: 606 ,

Related posts