TOLONG JELASKAN, TERBUAT DARI APA HATI KALIAN?

Jakarta, PW: Sesungguh, terbuat apa hati kalian? Ketika kami tenaga medis , bekerja keras  Menyediakan sarana hand sanityzer untuk publik.  Di rumah sakit kami,  Kami letakkan di sudut sudut poli, ruangan dan tempat yang mudah terjangkau olehmu. Semata agar dirimu nyaman, dan terjaga kebersihannya..

Ternyata malah hilang, lenyap tak berbekas  Entah oleh siapa, entah kemana, entah untuk kepentingan apa ?

Taukah kamu, siapapun itu.. Kami sisihkan, sedikit demi sedikit  Yang kami miliki serba sangat terbatas. Alat pelindung diri minim Masker , nyaris habis Hand sanityzer, mulai buat sendiri.. Hanya agar kamu , entah siapa itu yg datang ke rumah sakit kami Dan kami, yang melayani. Sama sama terlindungi. Minimal terpapar Tidak saling menularkan. Tapi, mengapa kau lenyapkan?

Sesungguh, terbuat apa hati kalian? Ketika kami harus lintang pukang Sibuk kesana kemari  Mencari alat proteksi diri (APD) Masker goggle, baju berlapis dua, sarung tangan, penutup kepala, sepatu both. Dan semua itu tidak ringan.. Beratnya hampir 3,6 kg sampai 5 kg. Dan kami memakainya minimal 3 sd 5 jam..

Lalu, kamu dengan seenaknya.. menyembunyikannya, menimbunnnya Memborong dengan membeli dalam jumlah besar Lalu menjual kembali dengan harga tinggi yg berlipat lipat kali. Padahal itulah satu satunya sarana penting kami.. Agar kami dapat terus bekerja, melayani dan merawat.. Mereka mereka yang menderita covit19.

Taukah kamu.. Bagaimana pengapnya memakai baju berlapis lapis, berjam jamnya, menahan kencing , menahan keinginan buang air besar.  Bahkan, makanpun tak dapat bergerak bebas Bernafaspun kadang berat dan sulit.

Taukah kamu… APD kami, yang aman adalah sekali pakai langsung buang. Single use. Tapi karena minim, kami gunakan apa saja. Bahkan jas hujan pun kami rubah fungsi jadi APD. Semata untuk melindungi aku , kamu dan mereka dari keterpaparan. Berapa uang yang harus dihabiskan untuk menjamin keamanan kami dan kamu?

Tapi yang terjadi? Kami , dokter dan perawat malah kau usir dari kost kostan ,  Kau kucilkan kami dari masyarakat sekitar Kau anggap sebagai penyebar virus corona. Sehingga kami pun harus tinggal di Rumah Sakit, dengan tingkat keterpaparan makin tinggi. Terimasih tak terhingga untuk RS Persahabatan yang menampung kami

Tapi aku kembali bertanya, Terbuat dari apakah sesungguhnya hatimu itu?

Taukah kamu, entah siapapun itu.. Sudah 7 orang dokter dan 1 orang perawat yang wafat , gugur dan syahid.. karena kelelahan dan karena terpapar covit 19. Mulai dari spesialis yang muda usia hingga dokter senior, bahkan profesor. Akibat kerja keras mereka melayani pasien covid19 tanpa kenal waktu Akibat terbatasnya masker, APD dan hand sanitizer. Akibat mereka tidak pulang berkumpul dengan kekuarga mereka karena mereka sadar derajat status mereka. Mungkin sbg ODP, PDP, PC, CC dan sebagainya. Mereka tau itu. Dan mau berkorban , demi kamu.

Lalu kamu tega hati mengusir mereka mereka? hanya karena menganggap mereka adalah sumber virus corona berbahaya yang mematikan. Sungguh aku bertanya,  Terbuat dari apakah hatimu itu sesungguhnya?

Disaat bantuan dari China berupa rapid test, APD , masker , handshoen dan alkes seberat 5 ton Yang diperjuangkan oleh pemerintah akhirnya datang.. Mengapa mereka yang notabenenya bukan tenaga medis, malah minta didahulukan untuk dilakukan rapid test? Mengapa mereka tidak memprioritaskan kami tenaga kesehatan di garda terdepan untuk dilakukan pengetesan dulu?

Terimakasih Presiden Jokowi yang dengan tegas ,menolak permintaan mereka. Terimakasih Presiden Jokowi atas nama hati nurani kemanusiaan yang ada.

Tapi, entah terbuat dari apa hati mereka dan kamu yang tidak memahami apa yang sedang kami lakukan sekarang. Dimana solidaritas kita?
Dimana rasa welas asih kita?
Dimana rukun guyub kita?
Dimana gotong royong kita?
Dimana kemanusiaan kita?
Dimana nasionalisme kita?
Dimana bangsa Indonesia , bangsa yang terkenal dengan Ketuhanannya, kemanusiaannya, persatuannya, kebijaksanaannya, dan keadilannya?

Aku disini bersama dengan tenaga kesehatan lainnya.. Merelakan diri, berikhlas hati walau berat Berpisah dengan keluarga untuk waktu yang tak terbatas Menahan rindu, keinginan berkumpul bersama keluarga. Lagi lagi untuk waktu yang tak terbatas. Terus memompa semangat mereka: istriku, ibundaku, anak anakku Dengan mengatakan pada mereka bahwa abimu baik baik saja  Dan merekapun harus baik baik saja. Dengan taat pada aturan dan prosedur yang sudah ditetapkan.

Saat itu kamu semua ada dimana?  Kamu semua hanya diminta tinggal dirumah, berkumpullah bersama keluarga, mensyukuri hari harimu dan berdoa. Itu sudah cukup membantu kami.

Kami tidak perlu dihargai sebagai pahlawan, pejuang kesehatan atau berbagai gelar yang tidak penting buat kami.
Kami juga tidak menuntut tunjangan yang berlebihan atau apapun seperti yang disampaikan pemerintah.

Kami hanya ingin kamu bantu kami… Dengan tidak melakukan kejahatan  Mencuri hand sanitiser di Rumah sakit Mengambil dan menimbun masker dan APD Lalu menjualnya lagi dengan harga tinggi.. Tidak mengusir kami seperti pesakitan penyakit menular Karena kami bertaruh nyawa, bagi kesehatan bangsa dan negeri ini.

Tetap tinggal dan bekerja dirumah.. Belajar dari warga wuhan memperlakukan dokter dan tenaga paramedisnya.. Supaya kamu menemukan kembali hati nurani keTuhanan, ke Ilahian. Mestinya sekali waktu , kamu harus belajar dari bangsa yang kamu anggap tidak mengenal Tuhan. Tapi nilai keTuhanan ada di hati dan jiwanya. Bukan di raganya. Semangat terus perangi Corona

Oleh: Hisnindarsyah

#dokterGeJelagiBete

Bumi marinir cilandak 25.03.2020

Total Views: 667 ,

Related posts