Saatnya bersantuy di rumah: STOP CORONA

Oleh: Hisnindarsyah

Jakarta, PW: Mungkin tidak ada orang yang lebih menyukai tantangan , selain orang indonesia. Coba bayangkan.. Disuruh pake helm, dia malah pake songkok Kalau ditanya kenapa pake songkok? karena lebih takut pada Tuhan daripada sama polisi. Coba , apa hubungannya?

Disuruh berhenti, karena lampu merah menyala, Dia malah nyelonong, Disuruh hati hati karena lampu kuning,eh malah tambah kecepatan.Tancap gas.

Disuruh jalan, karena lampu hijau, eh malah harus diklakson bolak balik sama mobil belakang. Sibuk hapean yang ngga penting. Ngegame.

Udah jelas, palang kereta ditutup, emak emak dengan santainya mengangkat dan menyebrang rel KA. Tanpa liat kanan kiri. Kalau nyawa kucing ada 7, Nyawa emak emak ini, ada 9 bahkan lebih.

Pisgor jatuh ke tanah, langsung dipungut Ditiup tiup, disebul. Sambil bilang” belum lima menit”. Seolah jadi mantera dan doa sebelum makan. Dan hap. Lenyap pisgor plus pasir plus bakteri plus mngkn ada bekas eek kucing…masuk ke perut. Asli ini tantangan sehari hari , yang biasa aja gituh.

Asli banget orang Indonesia itu, paling santuy sedunia. Dan ini gueh banget. Ngga ngomongin orang lain. Kalo ada yang ngerasa, berarti baper hehehe.

Tau ngga man? Indonesia itu peringkat kesantaian menduduki peringkat santai pertama dunia. Mengalahkan eslandia, brasil, chile, ghana dan arab saudi. Top khan.

Coba aja kala ada undangan acara tertulis jam 08.00 dimulai. Dijamin pasti jam 09.00 mulainya. Molor 1 jam. Itu juga sudah paling cepat. Kalau urusan jam, ngga pernah ada discount. Yang ada bonus melulu.
Cuma TNI yang urusan jam, harga mati.

Terus yang 1 jam dibuat apa? Lumayan bisa buat ngopi, ngerokok, dan social closing alias rumpi rumpi dulu lah. Warming up alias pemanasan. Yang pastinya ngga nyambung dengan materi acara.
Dan pas acara mulai, seperti dihipnotis Uya Kuya. Hitungan ke 10, langsung bablas , tertidur. Kalo gue, tidurnya pake ritme bethovennya. Sebagai variasi ngorok. Hahaha.

Saat virus Corona merebak sepeti ini, pemerintah mengumumkan libur 14 hari bagi siswa SD sd SMA. Sedangkan PT, belajar dengan sistem online.

Dan saksikan apa yang terjadi. Di rumah ,mulai terjadi pertempuran kecil kecilan antara anak dan emak emak urusan belajar. Dan ketika emak emak nyuruh anaknya belajar. Dijawab ntar dulu mah , masih A,B,C,D dan seterusnya. Lebih banyak alasannya daripada perintahnya. Akhirnya sang emakpun , angot. Keluar tanduk dan taringnya.

Jadi jangan salah , kalau selama libur 14 hari karena Corona, pas hari kedua , anak anak sudah mulai mengibarkan bendera putih. Pengen segera balik sekolah. Karena maknya lebih sangar daripada gurunya. Tanduk para mak mak lebih mengerikan daripada songkok pak guru rupanya. Hehehe.

Apa anak sekolah aja yang kibar bendera putih?

Ternyata tidak. Para kaum adam alias bapak pun sudah kibar bendera putih, malah sejak pengumuman libur sedang direncanakan hehehe. Bayangkan , harus mendekam 14 hari di rumah. Mereka sudah bisa membayangkan, kejamnya ibu tiri lebih kejam daripada bus kota. Hahaha.

Hanya para babe ini lebih kaya pengalaman. Lebih cerdas. Ketimbang anak anaknya.
Sehingga sebelum, cerita ratapan bapak tiri itu terlantunkan, mereka serempak menggalang skenario bersama.
Empat belas hari libur kerja, dibuat vacancy alias liburan ke puncak. Lebih baik berkurang tabungan daripada berkurang ketenangan.
Walhasil puncak macet. Jalan jalan keluar kota jakarta penuh dan ruwet.
Tujuan pemerintah meliburkan 14 hari untuk tujuan melockdown Jakarta dari virus Corona. Malah jadi liburan dadakan. Gagal total.

Nampaknya, mereka lebih takut nyapu, ngepel, bersih bersih rumah daripada memutus penyebaran virus yang berlangsung cepat ini. Mereka lebih memilih santuy di luar kota tanpa berpikir resiko virus corona Daripada diam di rumah, walau harus berhadapan dengan kehidupan yang monoton dan sedikit horor.

Bisa jadi asumsiku ini salah. Dan sangat kontraversional.

Tapi sampai saat ini, aku belum menemukan jawaban , mengapa mereka berbondong bondong ke puncak atau keluar Jakarta. Disaat kondisi ibukota , kritis dan waspada pada Corona.

Plissssss…..
Jangan gambling dalam kondisi sekarang.
Tenang tapi bukan cuek
Tidak cemas tapi bukan bersantuy ria
Kita sedang dalam status pandemi dunia.

Stay at home. Diam di rumah adalah sikap paling bijaksana.
Bekerja, belajar, berdoa dari rumah.
Lakukan itu pada saat ini.
Bukan untukku, untukmu atau untuk kita.
Tapi untuk masa depan bangsa.

Stop Jalan Jalan yang tidak perlu.
Jadikan rumahmu sebagai Baiyyiti Jannati: Rumahku ,sorgaku.
Karena banyak orang punya ” house” tapi bukan “home”.

Kami tenaga kesehatan, sangat ingin berada di ” home” , di rumah bersama keluarga.
Tapi tidak bisa.
Kalian yang sedang diberi kesempatan tinggal bersama keluarga di rumah. Malah bersibuk ria , diluar rumah.

Bijak dan bersyukurlah
Karena Rumahmu saat ini adalah tempat berlindung terbaik dari virus Corona.
Karena Tuhan sedang bersamamu dan keluargamu. Di rumahmu. Your home.

mohon…
diam di rumah
batalkan acara bersama
jaga jarak dengan siapapum
Setidaknya 14 hari ini

Cilandak RSTNIAL Marinir Cilandak tercinta
⭐⭐⭐⭐⭐⭐

17 maret 2020
Dokter GeJe Hisnindarsyah

Total Views: 668 ,

Related posts